KENAPA PAK RAHMAD cs. “Tidak Berjiwa Besar” ATAS KEMENANGAN PAK BASYRAH

Hasil Pilkada Padang Lawas sudah nyata-nyata dimenangkan Basyrah/TSO, akan tetapi pihak yang kalah (Ramah) belum bisa menerima kekalahannya, mereka masih mencoba banding ke Mahkamah Konstitusi dengan dalih pihak KPUD dinilai tidak adil mulai dari awal Pilkada, jadi yg dimasalahkan kinerja KPUD mulai dari DPT, Jadwal Pilkada, Pleno dan sebagainya. Bahkan dengan piciknya membawa lampiran tentang kasus Basyrah yang sudah clear/bersih dari tuntutan di pengadilan sebelum beliau mencalon. Dari sini kita bisa melihat bahwa tim RAMAH tidak berjiwa besar dan tidak siap kalah. Kalau dipikir-pikir Pilkada sudah berjalan tanpa kecurangan dan rakyat menentukan pilihan kepada pak Basyrah, ya tolong di hargai dan dihormatilah dulu pilihan rakyat ini. Jangan karena terlalu ambisi, semua cara dihalalkan. Menurut kami kalaupun Pilkada di ulang, pak Basyrah pasti tetap pilihan rakyat karena memang beliau dicintai rakyat. BERJIWA BESARLAH SAUDARAKU, jangan dituruti “Hagiot na marun” pasti do sude inda labo di lala, mulai na manis tu, na siak tu, na maccom tu dohot gabe sude do bukkar nyae i”

2 Komentar

  1. 11 Januari 2009 pada 14:51

    Pada waktu Bpk Rahmad dinyatakan unggul oleh KPU yang sama pada putaran pertama, Bpk Rahmad senyum – senyum, tidak ada menyampaikan gugatan, baik dalam soal DPT, pelaksanaan pilkada, penghitungan suara di TPS, PPK bahkan hingga KPU. Karena beliau menang.
    Namun masalahnya menjadi lain ketika pada putaran kedua ini, beliau kalah jauh ( hampir 7.000 suara ), maka segalanya menjadi tidak benar. Mulai dari DPT, penghitungan suara di TPS, PPK dan KPU. Padahal orang2 yang melaksanakan penghitungan suara tersebut, adalah orang2 yang sama dengan pilkada putaran pertama.
    Kalau saya melihat, sedari awal memang Tim RAMAH memang sudah memperlihatkan akan adanya gerakan tuntut menuntut. Bahkan pada waktu penghitungan suara di tingkat PPK belum berakhir, tiba2 dari Tim RAMAH datang instruksi untuk tidak menandatangani berita acara. Bagaimanapun kinerja PPK dan PPS serta KPPS, dianggap curang. Dibeberapa Kecamatan, saksi2 Tim Ramah tidak menandatangani berita acara. Bahkan ada yang berdalih pergi ke sungai sebentar, namun pada akhirnya tidak kembali.
    Sikap seperti ini menunjukkan bahwa Bpk Rahmad Pardamean memang sama sekali tidak siap untuk kalah. Kalau memang pilkada putaran kedua ini berjalan penuh dengan kecurangan, mengapa pada waktu penghitungan suara di TPS tidak ada keberatan dari saksi ??? Bukankah ada formulir pernyataan keberatan! Dan mengapa pada waktu penghitungan suara di PPK juga tim ramah tidak ada menyampaikan keberatan….
    Jadi menurut saya, sebaiknya Bapak Rahmad dengan jiwa besar mengakui saja keunggulan Tim Sobar. Karena memang masyarakat Padang Lawas saat ini belum ingin dipimpin oleh Bapak. Dan se moga pada waktu pilkada yang akan datang, Bapak dapat dipercayai oleh masyarakat. Namun sebelum itu semua, agar Bapak Rahmad instropeksi diri, mengapa msyarakat tidak menghendaki Bapak ? Padahal jauh2 sebelum pemekaran, Bapak sudah mempromosikan diri Bapak.
    Semoga pada pilkada yang akan datang, Bapak menjadi orang baru, baru dalam arti tindakan dan baru dalam arti perkataan.
    Semoga Allah melindungi kita semuanya. Amin…
    Damailah Padang Lawasku ….

  2. 23 Januari 2009 pada 23:47

    Hey….bung (jiwa besr & zafnat paneah), maaf sebelumnya bung, klo pun telat tags sya ini, tp bukn berrti aku akn mengamini sgla komntr yg ad di blog ini, dan sy jga bru bka blog ini :
    pertama, perlu bung ingat bhwa Pilkada bukn ‘ajang’ kontestan pemilihn ketua kelas di masa orde baru, kedua, bung jga hars tersdrkan bhwa justru perjuangan Padang Lawas trsebut sngt wjar dan logis berbnding lurus dengn seyogianya lahirnya dnamika poltik krena Padg Lws bkan hnya untk nenek moyang bung sja, dan bung jga mungkn tau kalau perjuangn Padang Lawas bagai miniatur perjuangan kemrdekaan republik ini bung, ketiga, bung jga hrus tau bhwa hasil dri sebuah pesta dmokrasi bkn ruang untk ‘menyanyikan’ lagu setuju krena Padang Lawas bukn AMerika Serikt yg memlki faslits dan teknologi yg sgt mendkg proses pesta demkrasi dan dpt secra pasti mengclkn tindk yg tdk diinginkan nilai demkrasi (kecrangn).
    Kemudian, persoalan kecurngan (semua), bung bsa liht dta yg dlmprkn dalam putusn MK, disitu semua ada bung, DPT yg berubh bsa kta liht dgn jelas dgn mata kepala kita antra putaran I dan II bung, dan tdk mgkn di putran I dibndgkn, dan logica politiknya sgt bodohlh org yg di posisi menang melakukn gugtan dan di putrn I Tim RAMAH tdk punya data kecurgan klo pun ternyata itu ada tapi di pihak lain, sama dengn halnya putrn II tdk mgkn calon yg menang mempermsalhkan klo dari pihk yg kalh tdk mmprmslhkn, sekali lgi krena ini politik bung, persoalan mslah pa’ Basryah, justru krena belm berkekuatn hukm tetplh sgt wjr sja Tim RAMAH mmpertanyknnya dan ini utk keadilan hukm bung dan sebuah pendidikn politik bung, dan semua yg berkaitn data bung mgkin juga sdh liht ada di lmpirn putsan tersebt, persoalan orgnya sama di putran I dan II itu tdk mask akl alsan anda bung, krna anda sendiri dlm wktu yg relatf sngkt sgt masuk akal berbuat kesalahan dari yg tdk berbuat kesalhan sebelmnya bung, krena kta mnusia bung yg bukn sahbt nabi atau org yg mendptkn mukjijat lebh, demikian jga dengn penyelenggra Pilkada Padang Lawas sgt mask akal mereka berbuat slah.
    itulah bgian dri karateristik Tim RAMAH bung yg mau menuntut, tdk ingin semua berlalu bagai ‘dogma’ dan ‘doktrin’ yg belm tentu baik, krena kta dipernthkn utk membca bung, bukan menrima begtu sja bagai org yg terjajah bung, pa lagi di jaman modern ini bnyk ‘penjajah’ yg menggunkn ‘senjta’2 setan bung.
    Jadi membca situasi itu, pa lgi situasi politik bukn dengn panca indra (mata, telinga, hidung, kulit, dan lidah) saja, tpi membca dengn ‘otak dan wawasan’ bung, oleh karena itu sya tetap menganggap Pilkada Padang Lawas adalah sebuah Insiden ‘PEMERKOSAAN’ kesadaran rakyat bukn proses demokrasi yg ideal sesuai dengan cita-cita luhur pemekaran Padang Lawas, dan bung perlu ingat bhwa sebuah keinginan manusia itu terpenuhi dan dikehendaki Allah bukn berrti di ridhoiNya, krena Allah jga menghndaki perbuatan salah/jaht yang diingini manusia, mka dunia ini penuh dengan persoalan bung, kalau yng baik itu sudh psti dikehndkiNya dan diridhoiNya, persoalan mna yg sesungghnya benar itu wlayah wewenang yang Maha Kuasa (ALLAH S.W.T) dan itu tetp ditmbang d kemudian hari bung, dan bukan Maha Kuasanya MK di Jakrta, krena MK jga manusia bung…secra pribadi sya jga turt brtermkasih yg sebnyak-bnyknya dan apresiasi yg sebesr-bsrnya atas lhirnya blog Padang Lawas ini serta termkasih jga atas komntar saudara-saudara se-daerah sebangsa dan setanah air terhadp perjalann demokrasi Padang Lawas dan terhadap RAMAH sehingga membuat saya juga harus “onani” pikiran menanggapi deretan komentar ini, mudah-mdhan ini semua menjdi bagian dri pendidikan politk dan menuju wacana intelektual, dan kita semua di RAHAMATI ALLAH S.W.T,..Amin, hidup rakyat, jayalh rakyt di masa akan datang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: