Perjuangkan Sumatera Tenggara, 5 Bupati/Walikota Janji Tak Ingin Jadi Gubernur

Lima Bupati/Walikota yang tergabung dalam tim perjuangan pemekaran provinsi Sumatera Tenggara, berikrar tak akan pernah mencalonkan diri menjadi gubernur provinsi baru tersebut jika kelak terealisasi.

Komitmen itu diumbar karena pemekaran yang sedang diperjuangkan proses Undang-Undangnya tersebut murni untuk mensejahterkan rakyat dan percepatan pembangunan.

“Semua karena Lillahi Taala, kami jamin tidak ada muatan politis di dalamnya. Kami para bupati/walikota yang tergabung dalam pembentukan Sumatera Tenggara juga sudah berkomitmen tak ada yang boleh mencalonkan diri menjadi gubernurnya,” cetus Bupati Mandailing Natal Amrun Daulay, salah seorang tim pemekaran Sumatera Tenggara, saat menyampaikan aspirasi tersebut kepada Ketua DPRD SU, drs Abdul Azis Angkat Msp dan wakil Ketua DPRD SU H Ali Jabbar Napitupulu, kemarin di Aula DPRD SU.

Pembahasan pemekaran tersebut juga dihadiri anggota Komisi A dan kaukus anggota DPRD SU asal Tapanuli Selatan, seperti, Drs H Mahmuddin Lubis, Yulizar P Lubis, Syahrul M Pasaribu dan Ahmad Ikhyar Hasibuan, Heriansyah.

Sedangkan dari tim pemekaran dihadiri, Bupati Tapanuli Selatan,Ongku P Hasibuan, Walikota Padang Sidimpuan Zulkarnain Nasution, Wakil Bupati Padang Lawas Utara,H Riskon Hasibuan, Sekda Padang Sidimpuan Samardan Hasubuan dan Sekda Padang Lawas Syahrul M Harahap, serta Ketua Kordinasi kepentingan Masyarakat lima daerah Sumatera Tenggara Letkol Purn Fauzi Rangkuti.

Aspirasi atau keinginan membentuk provinsi Sumatera Tenggara, tegas Amru Daulay tidak berdasarkan pesan khusus, bahkan katanya, tim juga telah melakukan pembahasan baik dari sisi perekonomian dan terkait dengan luas daerah yang lebih seperempat luas daerah Sumatera Utara, terutama dari sektor perkebunan.

“Apakah tidak layak luas daerah yang lebih seperempat dari luas Sumut itu dimekarkan. Jadi aspirasi ini bukan untuk mengoyak-ngoyak, namun kami ingin pembangunan di sini bisa lebih maju dan masyarakat juga tentu akan sejahtera,” ujar Amru lagi.

Hal yang sama juga diucapkan Ongku Hasibuan, yang membantah wacana pembentukan ini terkait dengan wacana pembentukan beberapa provinsi sebelumnya, seperti provinsi Tapanuli, dan Provinsi Tapanuli Barat.

“Tidak ada kaitannya itu, bahkan untuk Provinsi Sumatera Tenggara juga tidak mengandung sentimen agama, sengaja kita buat Sumatera Tenggara dan bukan Tapanuli Tenggara agar bisa menjadi wacana nasional,” kata Ongku. Sedangkan untuk wacana ibukotanya juga ditetapkan di Padang Sidimpuan, karena memiliki alasan yang kuat, selain faktor historis Sidimpuan termasuk dalam segitiga emas yang menjadi pusat lalulintas beberapa kawasan.

Dia juga memaparkan, saat ini di lima wilayah kabupaten tersebut masih lebih 350 desa yang belum tersentuh listrik serta ratusan desa lainnya yang sama sekali belum dilalui kenderaan, sehingga jika nantinya menjadi provinsi baru diyakini kesejahteraan rakyat di kawasan tersebut akan mampu terealisasi.

Usulan pembentukan provinsi baru itu, sebelumnya dikonsultasikan ke Wakil Presiden Yusuf Kalla yang mempersilahkan tim untuk mengajukan persyarakatan guna memenuhi ketentuan dan prosedur hingga nantinya diproses dalam UU.

Realisasi pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara, diprediksi tak bakal serumit pemekaran provinsi Tapanuli yang sempat ramai karena mengundang pro dan kontra.

Pasalnya kalangan wakil rakyat yang hadir pada pertemuan dengan tim pemekaran kemarin juga langsung menyetujui, dan berjanji segera memparipurnakan. Pimpinan dewan dan lima kepala daerah tersebut juga akan melakukan negosiasi dengan Gubernur Sumut Syamsul Arifin agar wacana itu bisa diparipurnakan segera. “Prosedur harus tetap diikuti agar tidak ada hambatan, untuk memenuhi kekuatan UU nya,”

5 Komentar

  1. Eprat said,

    15 Januari 2009 pada 21:25

    Masa sih namanya SUMATERA TENGGARA, emangnya wilayah tersebut terletak di bagian tenggara sumatera? Asal aja! Lihat peta dong…! Saya yang salah atau mereka yang bego. Pusi……ng!

  2. andi said,

    3 Februari 2009 pada 23:27

    wah jadi lahan uang nech.. mari hancurkan negeri ini untuk mengejar jabatan, harta dan dosa.. saya ggak yakin pembangunan akan maju. malah koruptor bertambah banyak. jadi kabupaten aja dah banyak yang nyolong, apalagi jadi propinsi, semakin banyak yang nyolong, kasian rakyat yang jadi tumbal semuanya, dan saya ggak setuju kalau sidempuan yang jadi ibukotanya, dah kehabisan APBD ya.. makanya pengen ikutan buat propinsi, seharusnya yang jadi ibukotanya adalah daerah yang mempunya lebih banyak kekayaan alamnya bukan banyak koruptor, egois, sombong, dll.

  3. Abdullah A Ilham said,

    13 Februari 2009 pada 22:45

    Saya menghargai atar prakarsa penggunaan nama propinsi yang akan dibentuk dengan tidak mencerminkan primordial kesukuan atau keagamaan. Dalam hal ini 5 (lima) kabupaten/kota yang terdiri dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Mandailing-Natal, Kabupaten Padanglawas, dan Kabupaten Padanglawas Utara, kelima daerah tersebut berasal dari satu kabupaten induk yaitu Tapanuli Selatan sehingga lebih dikenal dengan istilah TABAGSEL. Tetapi mengapa dalam mendirikan propinsi memakai nama Sumatera Tenggara, apakah para penggagas tidak mengetahui arah mata angin? Menurut saya yang lebih pas adalah SUMATERA BARAT DAYA, karena letaknya di antara Sumatera Barat dengan Sumatera Utara, bukankah dalam rumus mata angin untuk menyebut arah antara BARAT dan UTARA adalah BARAT DAYA? Sedangkan istilah TENGGARA untuk menyebut arah kebalikannya, yaitu TIMUR dan SELATAN, karena Sumatera Timur tidak dipergunakan sebagai nama propinsi maka Sumatera Tenggara juga tidaklayak dipergunakan, tetapi kalau nama tersebut dipakai lebih tepat untuk menyebut nama Propinsi Lampung, karena Propinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Saya rasa para penggagas atau pendukung pemekaran propinsi di kawasan TABAGSEL tersebut perlu melihat kembali Peta Pulau Sumatera, mumpung belum terlambat.

  4. Abdullah A Ilham said,

    13 Februari 2009 pada 22:51

    Saya menghargai atar prakarsa penggunaan nama propinsi yang akan dibentuk dengan tidak mencerminkan primordial kesukuan atau keagamaan. Dalam hal ini 5 (lima) kabupaten/kota yang terdiri dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Mandailing-Natal, Kabupaten Padanglawas, dan Kabupaten Padanglawas Utara, kelima daerah tersebut berasal dari satu kabupaten induk yaitu Tapanuli Selatan sehingga lebih dikenal dengan istilah TABAGSEL. Tetapi mengapa dalam mendirikan propinsi memakai nama Sumatera Tenggara, apakah para penggagas tidak mengetahui arah mata angin? Menurut saya yang lebih pas adalah SUMATERA BARAT LAUT, karena letaknya di antara Sumatera Barat dengan Sumatera Utara, bukankah dalam rumus mata angin untuk menyebut arah antara BARAT dan UTARA adalah BARAT LAUT? Sedangkan istilah TENGGARA untuk menyebut arah kebalikannya, yaitu TIMUR dan SELATAN, karena Sumatera Timur tidak dipergunakan sebagai nama propinsi maka Sumatera Tenggara juga tidaklayak dipergunakan, tetapi kalau nama tersebut dipakai lebih tepat untuk menyebut nama Propinsi Lampung, karena Propinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Sedangkan Propinsi Bengkulu bisa diganti dengan SUMATERA BARAT DAYA, karena letaknya di antara Sumatera Barat dengan Sumatera Selatan. Saya rasa para penggagas atau pendukung pemekaran propinsi di kawasan TABAGSEL tersebut perlu melihat kembali Peta Pulau Sumatera, mumpung belum terlambat. (Ralat, Kawasan TABAGSEL lebih tepat disebut Sumatera Barat Laut bukan Sumatera Tenggara)

  5. panduanhaji said,

    16 April 2009 pada 00:38

    Semoga niatnya untuk kemajuan bersama. Tapi mungkin lebih baik namanya menjadi Sumatera Barat Daya atau Tapanuli Jaya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: