GEMA PADANG LAWAS SIAP JADI OPOSISI PEMERINTAH DAN KOMIT PERJUANGKAN KEPENTINGAN RAKYAT

Medan, 25/1/2009
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Padang Lawas telah usai bulan lalu, sengketa Pilkada putaran kedua telah berakhir di Mahakamah Konstitusi (MK) Jakarta tanggal 7 Januari dua minggu lalu dengan keputusan pasangan terpilih Sobar (Basryah- TSO) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Padang Lawas untuk periode 2009-2014. Namun ternyata kemenangan pasangan Sobar masih banyak menyisakan bumerang di tengah-tengah masyarakat termasuk sejumlah isu yang berkembang semasa kampanye termasuk keberadaan DL Sitorus pengusaha kayu diantara kedua pasangan ini, yang hari ini makin terkuak kebenarannya. Di samping itu, karena masyarakat yang memberikan dukungan kepada pasangan RAMAH tidak jauh berbeda dengan perolehan suara Sobar. Berdasarkan putusan MK dua minggu lalu, terkait dengan perhitungan perolehan suara kedua pasangan dan pengurangan perolehan suara Sobar karena kecurangan hanya 288 suara kemenangan Sobar atas RAMAH, dimana Sobar memiliki 48084 suara dan RAMAH 47796 suara. Hal ini yang membuat sejumlah elemen mahasiswa merasa tertarik dengan kondisi sosial politik pembangunan Padang Lawas hasil pemekaran dari Tapanuli Selatan. Sehingga dinilai sebuah political and social force dalam mewujudkan kepedulian dan cinta sesungguhnya terhadap rakyat dan daerah Padang Lawas. Dan sampai ke tingkatan yang lebih riil secara politik yakni mendeklerasikan sebagai barisan oposisi pemerintah kabupaten Padang Lawas.
Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Padang Lawas (Gema Padang Lawas) Ansor Harahap didampingi Habibi Dalimunthe dan Sudirman Hasibuan, dalam releasnya kepada harian ini.
“Padang Lawas seperti bayi kecil, rakyat lebih membutuhkan pendampingan, kita menganggap ini moment tepat untuk terus melanjutkan memperjuangkan kepentingan rakyat, rakyat harus lebih berdaulat, keadaan sosial politik Padang Lawas hari ini adalah sebuah potensi besar untuk yang lebih baik, pemerintah tidak boleh menjadi generasi baru penghisap rakyat, oleh karena itu Gema Padang Lawas siap menjadi barisan oposisi Pemkab Padang Lawas hari ini” tegas Ansor.
Disamping itu, Ansor yang juga putra daerah asal kecamatan Sosopan dan turut aktif dalam proses Pilkada Padang Lawas mengatakan bahwa ini merupakan wujud kekecewaan terhadap proses demokrasi Padang Lawas yang dinilai jauh dari nilai-nilai demokrasi yang diharapkan. Menganggap hak demokrasi rakyat telah ‘diperkosa’ dan termasuk kejadian luar biasa oleh sekelompok elit politik lokal untuk merebut tampuk kekusaan tanpa pandangan yang membangun pendidikan politik mencerahkan.
“dalam Pilkada Padang Lawas banyak kejadian yang bersifat pemaksaan nurani dan kedaulatan rakyat dengan berbagai jenis ‘senjata’ yang digunakan oleh gerombolan elit politik birokrat untuk mengepung dukungan masyarakat, untuk itu ke depan kita harus bersama rakyat, karena menurut hemat kita kemenangan kepemimpinan hari ini bukan dilahirkan dari ‘rahim’ demokrasi yang toleran, dan masyarakat membutuhkan sentuhan intelektual demi masa depan yang lebih baik” ungkapnya.
Untuk itu katanya, Gema Padang Lawas dengan segenap potensinya akan berusaha memperjuangkan kepentingan rakyat dalam berbagai aktifitas dan tidak akan melakukan kompromi politik yang dapat merugikan rakyat Padang Lawas. Hal ini sejalan dengan cita-cita luhur pemekaran yang tertuang dalam UU No 38 tentang pembentukan Padang Lawas dan amanah UUD 1945. Apa lagi perjuangan pemekaran Padang Lawas dilalui selama belasan tahun lamanya dan Gema Padang Lawas telah turut dan berpartisipasi di dalamnya.(penulis/diposkan oleh: Ansor Harahap -Ketua Umum Gema Padang Lawas)

20 Komentar

  1. forumpadanglawas said,

    27 Januari 2009 pada 02:40

    Sekedar pesan buat saudara Ansor Hrp:
    1. Klo anda mo kasih komentar ataupun tulisan di blog ini, Seharusnya yg bersipat membangun atau pun yg mendidik,Pilkada sdh usai,tim “Sobar” sudah jd pemenang jd ga usah di permasalahkan lagi karna sudah saatnya kita membangun Palas yg kita cintai ini.
    2. Anda itu terlalu berlebih2an dlm tulisan ataupun komentar anda.
    Gema Palas tdk pernah turut andil ataupun berpartisipasi dlm proses terjadinya pemekaran Kab.Palas ini!
    Gema Palas cuma trima bersih,Gema Palas di bentuk setelah terjadinya pemekaran , anda klo ngomong jgn ngawur atau anda sdh Amnesia ya?Anda itu cuma akan jd pahlawan kesiangan nantinya.
    3.Mungkin kandidat yg anda dukung dlm Pilkada yg lalu kalah ya?
    Trimalah kekalahan itu dgn seulas senyum dan jadikan itu sebagai proses pembelajaran,jadilah anda sebagai seorang ksatria yg bs menerima kekalahan.
    Mudah2an pesan ini bs jd masukan buat saudara Ansor,Trimakasih.Wslm.

  2. forumpadanglawas said,

    27 Januari 2009 pada 09:58

    Saya juga sepakat dgn teman2 admin, saat ini kita mesti mencari solusi dan resep yang bagus untuk membangun padang lawas, kalau masalah gema padang lawas mau jadi oposisi itu hak anda, tp ingat jadi oposisi harus yg dewasa dan punya visi yg jelas, jgn jadi oposisi hanya untuk meributkan sesuatu sehingga menghambat pembangunan. Saya juga pendiri dan alumni gema padang lawas sejak tahun 1998 di dirikan, saya juga kecewa kpd saudara anshor dan rekan2 yg membawa padang lawas tercebur kedalam politik praktis, hal ini tidak sesuai dgn tujuan gema padang lawas yg berdiri di awal era Reformasi. (suhardi hsb/senior, pendiri, mantan pengurus dan aktivis gema padang lawas)

  3. Si Uccok said,

    27 Januari 2009 pada 17:36

    Sepertinya saudara Ansor perlu “cuci otak” agar pikirannya kembali logis dan realistis. Pikirannya kini diselimuti sakit hati dan dendam atas kekalahan kandidat yg diusungnya. Satu lagi saya ingatkan organisasi bukan milik pribadi walaupun kita yg sendiri jadi ketuanya. Mari kita tinggalkan polemik tentang pilkada karena memang sudah usai.

  4. Ansor Harahap said,

    27 Januari 2009 pada 23:08

    Astagfirulloh….., mdh2an ini bukn debat kusir, bukan adu emosi, meski dalam kerangka eksplorasi ‘intelektual’ kita yang TIDAK SEBERAPA ini bila dibanding dengan para intelektua muda maupun tua. Tapi, dalam komentar ini ada beberapa hal yang menurut saya perlu saya sampaikan kepada khususnya rekan-rekan pengelola (admin) blog ini maupun pengakses setia :
    PERTAMA, saya pikir apa yang sampaikan adalah tetap dalam konteks membangun, karena semua tulisan dan pandangan itu berarti hal ini sejalan dengan teori pembangunan peradaban lewat tulisan, oleh karena itu banyak tulisan yang jauh dari apa yang diharapkan para pembacanya dan melebihi kapasitas sehingga dapat juga melahirkan emosi yang merupakan reaksi, namun meski demikian hal itu dapat dijadikan sebagai khazanah dalam satu persoalan, karena dalam perbedaan itu terdapat sebuah keindahan dan keunikan serta hikmah, pa lagi dalam soal pandangan, sekalipun pandangan tersebut radikal ataupun kontroversial.
    KEDUA, bahwa kita mengenal hukum causalitas atau hukum sebab akibat, perlu rekan-rekan ingat bahwa apa yang saya sampaikan dalam tulisan di blog ini yang merupakan pandangan atau imanijasi saya yang tidak seberapa ini adalah tidak lahir begitu saja, bukankah ada komentar sebelumnya? yang menurut saya wajar saya komentari sesuai dengan menurut pemahaman dan pandangan saya.
    KETIGA, rekan-rekan admin mengundang saya untuk turut prihatin dengan keberadaan blog ini, blog ini adalah merupakan media (news) yang bersifat on line untuk diakses semua pihak yang berkepentingan, sepengetahuan saya dari sebuah training jurnalistik dan kita mungkin kita semua sudah tahu bahwa media itu diharuskan untuk tidak berpihak (independen) dalam kode etik kejurnalistikan khususnya dalam pemberitaan pa lagi yang bersifat fulgar, kecuali counter itu datangnya bersifat pribadi, namun bahasa rekan2 admin di komntar blog ini, menurut saya rekan-rekan tidak sedia kalanya mengindahkan kode etik jurnalistik tersebut dan cenderung keberpihakan. Menurut saya blog ini adalah untuk menampung, kecuali sudah melewati batas. Dan apa yang saya sampaikan menurut nalar masih dalam konteks kewajaran, belum ada yang menyalahi hukum dan mengancam ‘integritas’. Kawan2, mungkin juga sudah terbiasa membaca buku-buku radikal sehingga bisa dijadikan bagian dari modal mental membuat blog ini.
    KETIGA, kita semua sama-sama cinta dengan Padang Lawas, anda cinta apa lagi saya,dan kita semua cinta dan sayang Padang Lawas, karena ibu, ayah, saudara, dan semua keluarga saya ada di Padang Lawas dan saya besar di Padang Lawas, dan kita semua sama masa depan kia mungkin juga ada di Padang Lawas, tergantung kreasi dan ekspresi kita dalam memberikan cinta dan sayang tersebut sesuai dengan masa dan kemampuan kita dan pada niat yang tlus, tapi yang pasti saya cinta dan sayang kepada Padang Lawas, karena Padang Lawas adalah rakyat dan alam, pa lagi menurut sensus di Padang Lawas masih sangat signifikan rakyat miskin, dibawah garis kemiskinan, pemuda pengangguran, SDM yang membutuhkan percepatan kemajuan, hutan yang terancam, dll.
    Kesimpulan, kita sama-sama cinta Padang Lawas.
    KEEMPAT, MAAF BUNG, KAWAN-KAWAN ADMIN, saya pikir bung yang ngawur, dalam penyebutan nama organisasi ini saja bung sudah salah, dalam tulisan tersebut sepertinya tidak ada kata ‘GEMA PALAS’, tapi yang ada kata GEMA PADANG LAWAS singkatan organisasi ini, dari situ saja sudah terbukti bung tidak mengetahui sejarah GEMA PADANG LAWAS, sudah serta merta menjust saya. Kemudian, bung perlu ketahui bahwa organisasi ini dilahirkan pasca reformasi. Bung, mungkin dalam GOOGLE masih ada berita on line tentang keterlibatan Gema Padang Lawas dalam pemekaran Padang Lawas, dan saya sebagai Ketua Umum turut dalam itu, Gema Padang Lawas hari ini adalah simbiosis dari Gema Padang Lawas sejak pasca reformasi dilahirkan bung atas realitas politik dan lahirnya kabupaten baru di Tapsel. SEKALI LAGI BUNG YANG SEHARUSNYA TIDAK ASAL NGOMONG DALAM HAL-HAL TERTENTU.
    KELIMA, pesan yang rekan-rekan admin tujukan kepada saya, tentu akan saya ambil hikmahnya. Betul, kandidat yg saya dukung kalah, justru apa yang saya lakukan menurut saya adalah merupakan proses pembelajaran, bukan hanya untuk saya tapi bagi semua orang yang ingin mengambil hikmah dari Pilkada Padang Lawas, dan pegiat demokrasi ideal tegak.
    Kepada Tulanganda Suhardi Hasibuan, iya tulang, apa yang tulang sampaikan benar merupakan prinsip organisasi, tapi atas nama organisasi insya Allah belum tulang, hanya saja keterlibatan saya dan sebagian kawan-kawan mungkin terlalu jauh dalam politik praktis, tapi ini semua ada manfaatnya tulang, mungkin sebagai referensi dalam mengidentifikasi praktek politik hari ini dan psikologis masyarakat yang harapannya dapat dijadikan bahan analisa untuk wacana intelektual pembangunan Padang Lawas, khususnya mungkin dalam hal demokrasi. Terimakasih banyak tulang yang masih terus dalam bingkai kepedulian kita sama-sama terhadap Gema Padang Lawas, yang merupakan generasi Padang Lawas, generasi bangsa kita tercinta ini….}-;

  5. Ansor Harahap said,

    27 Januari 2009 pada 23:15

    Kepada bung uccok, saya pikir apa yang saya samapaikan logis, karena dalam kalimat tersebut sepertinya saya tidak menggunakan kata saya rasa, oleh karena itu pikir itu yang logis. Dan insiden adalah realistis bung. Dan saya tidak merasa organisasi ini milik pribadi saya. Karena masih banyak yang memiliki hak dengan organisasi ini. Tapi yang jelas juga, kita semua berniat tulus untuk membangun sebuah masa yang lebih baik, dialektika yang lebih bernilai, mudah-mudahan terwujud…

  6. forumpadanglawas said,

    28 Januari 2009 pada 08:30

    Kalau memang seperti itu wacana dan pola pikir kedepan bere anshor, itu merupakan hal yang sangat bagus sekali, kita berharap segala perbedaan yang selama pilkada akan kita buang jauh2 dari pola pikir, kita pun yakin bere anshor pasti akn mendukung kebijakan bupati terpilih sepanjang msh didalam koridor yg baik dan relevan untuk pembangunan padang lawas. Masalah jurnalistik, mgkn bere byk diantara kita yg belum mahir betul, kita bukan wartawan atau pemred sebuah surat khabar, kami hanya segelintir manusia yang ingin mencoba berkreasi antar warga padang lawas, mgkn bisa jadi penulisan,format bahasa kurang enak didengar, tapi yakinlah itu bukan emosi dan rasa benci dari admin, mgkn dari hal ini kita kedepan bisa menjadi solid dan sama2 mempunyai visi untuk kemajuan daerah padang lawas. ( admin;suhardi hsb)

  7. CakNur Hrp said,

    29 Januari 2009 pada 13:55

    Seru nich,gabung achh…!!
    Alasan Anda menjadikan gema padang lawas menjadi sebuah oposisi di karenakan kandidat yg anda dukung kalah!,nampaknya ada “udang di balik bakwan”tuch!!
    jadi jika pasangan yg anda dukung menang,brarti anda tidak akan………!!Berarti anda itu org yg paling “munapik” yg pengen jd “pahlawan” dgn mengatas namakan rakyat utk mencapai hasrat dan keinginan anda.Jiwa dan pola pikir anda tdk mencerminkan klo anda itu seorang “ketua”,seorang ketua itu harus berjiwa besar dan jaduan panduan bukan seperti ini!!
    Anda jgn terlalu berbangga hati sebagai “ketua” “biasa soni baen”,karna itu adalah ujian buat anda apakah anda mampu dan sanggup membawa gema padang lawas seperti apa yg telah di cita2kan para pendirinya,jd pesan saya gunakanlah jabatan anda itu sebaik-baiknya.
    Rakyat sudah menentukan pilihannya,jd ga ada alasan anda utk tak menerimanya.
    Antan do da kahanggi ulang na paksa tu muta muse homu naron,bo kotor muse blog tai on.

  8. Ucok Batam said,

    29 Januari 2009 pada 14:42

    Stop segala perselisihan,,,!!
    bukan saatnya kita saling menjatuhkan inilah saatnya buat kita untuk memikirkan masa depan Palas yg sama2 kita cintai ini.
    Dinda Ansor!!
    Klo anda tdk punya tulisan yg berbobot & bermutu ga usah di muat di blog ini,skrg blog ini sdh banyak pengunjungnya jd saya harap anda hati2 dlm membuat tulisan jgn sampai menimbulkan polemik seperti yg terjadi ini.
    Saya sarankan agar anda mau berjiwa besar dgn meminta ma’af kepada para pengunjung di blog ini atas apa yg telah anda tuliskan.mgkn tulisan anda telah menyinggung perasaan mereka tak terkecuali saya jadi untuk mengakhiri segala polemik ini alangkah bijaknya anda bila mau mendengarkan saran saya.Ma’af itu cuma sekedar saran saya tp itu semua kembali pada anda.

  9. Ansor Harahap said,

    29 Januari 2009 pada 23:30

    1). Buat ente CakNur Harahap, mudah-mudahan anda adalah orang yang terinspirasi dengan CakNur yang merupakan bapak bangsa dimasa kehidupan pemikirannya dan cendikiawan muslim Indonesia, dan mudah-mudahan ente bukan ‘CakNur’ GADUNGAN sehingga pernyataan anda yang menjust saya orang yang munafik, tapi setelah saya cermati komentar anda semakin meyakinkan saya bahwa anda adalah CakNur ‘gadungan’ yang memberikan komentar tanpa pertimbangan intelektualitas anda dalam mencermati, menganalisa, menyikapi, dan menyimpulkan sebuah persoalan sampai menjust orang. Tapi begitupun anda saya anggap orang yang masih dalam tahap belajar dalam memberi komentar begitu juga saya, jadi kita sama-sama belajar berargumentasi yang mantap bung. Namun sedikit penjelesan kenapa Gema Padang Lawas siap jadi oposisi, karena realitas politik Padang Lawas menurut pandangan saya membutuhkan kelompok oposisi dalam rangka turut berpartisipasi dalam menyahuti aspirasi politik masyarakat untuk sebuah pendidikan plitik kerakyatan yang lebih baik yang bermuara pada tatanan pembangunan yang lebih baik, jadi ini kebutuhan menurut saya, bukan ‘bakwan’ seperti yang ada dalam otak ente, karena rakyat sudah tidak saatnya lagi bungkam atau terjajah seperti selama ini sengaja dibungkamkan oleh pemerintah sehingga rakyat seakan tidak berdaya padahal sesungguhnya rakyatlah yang paling berdaulat, terlebih-lebih dalam pembangunan, ente ‘CakNur’ harus tau kalau yang begini ini adalah bagian dari demokrasi, sekalipun andaikata yang saya dukung menang serta merta lahir banyak barisan oposisi itu adalah demokrasi, sama halnya kepemimpinan politik di Amerika di periode-periode yang lalu, di Malaysia antara Anwar Ibrahim dengan Abdullah Badawi, dan di Indonesia sendiri, antara Megawati/PDIP dengan SBY/Demokrat, begitu juga di beberapa negara lain di belahan dunia yang menganut sistem atau paham demokrasi, jadi kenapa ente CakNur heran dengan kata-kata oposisi, tapi mungkin lebih berdosa saya bila bilangkan anda ‘udang’ daripada saat anda membilangkan saya munafik, lagian sejarah Gema Padang Lawsa adalah termasuk sejarah organisasi penentang pemerintah khususnya dalam hal-hal tertentu, jadi saya hanya ingin mengabdikan diri InsyaAllah untuk rakyat, kalaupun dianggap ini bagai lelucon sebagaimana yang sering terjadi selama ini ternyata semakin banyak kelompok yang menjadi penjilat sejati ‘pantat’ pemerintah selama ini yang banyak tidak berpihak kepada rakyat, sesuai dengan kemampuan dan kapasitas saya. Terakhir, saya juga mengucapkan terimakasih kepada bung CakNur telah memberi tausiyah dalam mengemban amanah kepemimpinan organisasi, mudah-mudahan Gema Padang Lawas kedepan lebih baik. Thnks bung…
    2). Terima kasih banyak kepada abanganda Ucok, saya juga sebenarnya tidak pernah berniat untuk menyinggung perasaan orang, mungkin pada umumnya kita yang memberi komentar di blog ini bukan yang kali pertama dalam curah pikiran atau diskusi lewat media, oleh karena itu, saya juga berani mengklaim dan berdasarkan pengalaman saya rasa saya bukan orang yang keras kepala dan tidak mau berjiwa besar, tapi mungkin abanganda juga sepakat kalau kita adalah makhluk ‘merdeka’ yang tidak mau kemerdekaan pikiran kita di sajikan dengan sebuah pemandangan kalimat yang juga memaksa kita untuk melawan pemandangan tersebut yang lantas kita bungkam bila pikiran orang lain menyentuh ‘titik’ pikiran kita dengan sederetan kalimat yang nota benenya juga tidak begitu toleran dan bersahabat, karena kita berada dalam pikiran itu.
    Soal bermutu atau tidak, menurut saya abanganda, itu telatif tergantung posisi dan proporsinya abanganda. Tapi, sekalipun tidak bermutu abanganda, mudah-mudahan bermanfaat, paling tidak bagi saya. Saran abanganda hemat saya cukup baik, namun rasanya kurang pas dan pantas saya minta maaf abanganda, pertama karena menurut saya apa yang saya sampaikan tidak lahir begitu saja tanpa dasar bg, kedua, blog ini juga hadir bukan untuk sekelompok orang menurut saya abanganda, kalau saya minta maaf seakan ada diskriminatif terhadap pengunjung, bagaimana dengan kalimat sebelumnya, justifikasi bung CakNur terhadap saya, menurut saya tidak adil. Hanya saja saya pun pasti akan koreksi diri untuk hal yang lebih baik.., dan saya juga berharap kepada semua pengunjung juga harus ‘berkaca’, dan tidak menjadikan blog ini dalam membuat komentar bagai mengetik pesan (sms) lewat hp kepada lawan bicara, tapi sebagai media yang produktif dalam membangun wacana intelektual yang lebih referenstativ dalam mengejewantahkan yang katanya cinta Padang Lawas, dan menurut saya persoalan kecintaan kita janganlah mengklaim diri sebagai orang yang seakan paling cinta pada Padang Lawas kalau hanya sebatas retorika, tapi butuh aksi dilingkungan sekitar kita, anda cinta, saya juga cinta, dan ukuran cinta yang sesungguhnya itu terletak di hati dan Allah yang paling tahu, hanya saja ada standarisasi rasional kita untuk menilainya…SALAM PERJUANGAN UNTUK ANTI KETERTINDASAN…mudah-mudahan ini dapat menjadi sebuah silaturrahim yang baik ke depan.

  10. eko widodo said,

    5 Maret 2009 pada 13:55

    yang terhormat,Bung Ansyor
    Di dalam kalimat ‘GEMA PADANG LAWAS SIAP JADI OPOSISI PEMERINTAH DAN KOMIT PERJUANGKAN KEPENTINGAN RAKYAT’ tolong di revisi serta di perjelas kalaimat ‘GEMA PADANG LAWAS yang mana,maksud saya misalkan ‘GEMA PADANG LAWAS SUMUT atau yang lainnya,karena mahasiswa bukan cuma ada di sumut saja,Bung…? dan sebahagian kawan-kawan ada juga yang membentuk perkumpulan mis,HIMAPALAS se JABODETABEK,HIMAPALAS SUMBAR dll.tatapi kami bukan pergerakan serta oposisi. mungkin di p.jawa ini sedikit sekali yang mengambil jurusan FISIP.sehingga tidak terlalu dalam terlibat politik praktis.

  11. Ansor Harahap said,

    23 Maret 2009 pada 21:21

    Salam hormat juga bung eko widodo, terimaksih bnyak atas perhatiannya bung, sebuah jaln tuk kita berslaturrhhmi, sharing, dskusi, dan berhrap bermanfaat utk kita-kita, benar apa yang bung eko bilang, mahsiswa bukn hanya di sumut sja, mhasiswa padang lawas sudah tersebar hmpir di seluruh belahan santero jagat pertiwi ini, mungkn dmna ada mhasiswa padang lawas yang mencukupi secra kuantitas dan kualitas di situ ada perkmplannya, seprti halnya yang bung eko infrmasikan, salam perjuangn buat rekan-rekn HIMAPALAS baik yang di Jawa maupun Sumbar, hanya saja disini saya sampaikan sepengetahuan kita GEMA PADANG LAWAS hanya 1 (satu) bung eko, tidak ada GEMA Padang Lawas yang lain setau kita bung sampai saat ini bung dan mudah-mudahan tidak ada lgi yg atas nama Gerakan dengn nama GEMA PADANG LAWAS, organisasi ini berdomisili di Medan bung dan memiliki struktur, meskipun struktur itu blm trpenuhi belkangan ini, GEMA PADANG LAWAS memang sengaja mengambil posisi yg mungkin berbeda pda umumnya dengan kawan2 yang lain, tpi kita juga bermohon kepada Allah dan berhrap perbedaan ini akan menjdi niscaya dalam mengisi ‘kemrdekaan’ Padang Lawas dan brmanfaat bgi perkembangan dan kemajuan Padang Lawas, serta kaya akan pilar-pilar demokrasi, sebagaimana yang dijanjikan demokrasi semuanya bernilai untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat di masa akan datang, sedikit berbgi untuk kita bung, bhwa dalam gerakan tidak mesti kita jurusan di FISIP, dmanapun jurusan kita bisa kita berimprovisasi, paling tidak untuk keseimbangan dan mencari sinergitas aktifitas sosial kita dengan status kemahasiswaan atau kepemudaan yang kita samdamh sebagai anugrah besar untuk sebuah bangsa dalam melanjutkan ritus perjuangan anak bangsa di masa lalu dan dalam rangka turut menjaga ‘arsitektur’ peradaban ideal yang ada sesuai dengan kemmpuan dan kapasitas kita, karena perlu kita ingatkn terus diri kita bhwa bangsa dan dunia ini sesungghnya bukan bergrak maju beriring dengan nilai-nilai yang baik itu, tpi sebaliknya hmpir d bnyak dimensi kehidpan kita, oleh karena itu gerakan kepemudaan itu tetp perlukita lestarikan bukn untuk kita biarkan ‘bersemayam’ dalam peninggalan-pnnggalan pendahulu kita, sekali lgi trmaksih bung yang telh membuka ruang untuk berbagi, salam pemuda, salam mahasiswa, dan salam kerakyatan untuk kita yang lebih baik d hari esok, semoga…

  12. 1 April 2009 pada 07:17

    Assalamu’alaikum Wwb…
    Selamat Pagi, Siang, Sore, Malam…..

    Maaf koum,BoLuUus…….

    Ternyata “Politik Belah Bambu” tak hanya berkenalan dengan religi, akan tetapi suatu daerah pun kini sudah diwarnai dengan paham yang menurut saya akan mengikis suatu nilai persatuan, sekalipun daerah tersebut merupakan “robung nabaru tumbur”, hal itu mesti kita sadari termasuk saya sendiri karena saya tidak malu mengatakan daerah asal saya (PALAS) butuh…,butuh…,dan butuh…persatuan untuk mencapai keinginan bersama dan tak lain adalah KEMAJUAN. Kemajuan PALAS tidak akan dikehendaki hanya dengan “Silat lidah semanis madu” atau halak kita mandok “dialektika pulau kelapa”. Terima kasih
    Wassalam

    Salam Himpunan Mahasiswa Padang Lawas – JABODETABEK
    —————————————————
    Melalui Pendidikan bukan Politik, dari awal mari bergabung dan HIMAPALAS-Jkt siap membantu memajukan PALAS !!!

    • 19 Mei 2009 pada 23:00

      Salam semangat muda..untuk kita…semua..,
      Tu dongan-dongan HIMAPALAS-JABODETABEK, salam juang untuk kita..
      Deretan kalimat yang disampaikan rekan-rekan, serasa memberi isyarat akan terlahir putra-putra Padang Lawas yang memberi ‘kasih sayang’ kepada daerah tercinta dengan sentuhan intelektual dan kearifakan tuk sebuah pembangunan. ‘Persatuan’ adalah jargon yang bisa mempersatukan cita-cita bersama.
      Bukan bermaksud berdialektika belaka, kalaulahpun dialektika, tapi dialektika ini adalah dialektika yang diselimuti semangat moralitasnya ala mahasiswa, yang toh juga memang tidak sempurna, tapi saya berharap pendekatan “politik”nya mahasiswa kita ini tidak ditafsirkan sebagai ‘politik belah bambu’ yang tentu tidak sejalan dengan ‘naluri’ perjuangan mahasiswa.
      Persatuan juga memiliki makna yang sangat luas, substansi persatuan dalam korelasi untuk Padang Lawas juga bisa diartikan dalam konteks semangat membangun secara bersama-sama. Bersama-sama juga memiliki arti yang luas yang menghendaki ‘perbedaan’ dalam satu tujuan untuk Kemajuan yang tidak semu.
      Padang Lawas yang seumur jagung yang ‘mengikat’ semangat membangun kita, untuk bersama-sama memberi kontribusi tuk sebuah tatanan fondasi Padang Lawas dalam bingkai ‘gerakan’ yang berbeda dan berbagai bentuk.
      Retorika memang tidak akan bisa memajukan Padang Lawas, retorika hanya sebatas sedikit ‘penyempurna’ dinamika dan dialektika termasuk dalam kebebasan memberi pemikiran untuk perkembangan Padang Lawas. Kemajuan Padang Lawas hanya dapat dicapai bila komponen pembangunan bisa berjalan dan berfungsi sebagaimana idealnya. Keseimbangan dalam berbagai dimensi adalah mutlak dibutuhkan, termasuk dalam dimensi pembangunan Padang Lawas.
      Mari kita bangun semangat ‘persatuan’, yakni persatuannya dalam bingkai semangat kaum muda (mahasiswa), bukan persatuan semu, bukan ‘persatuan’ dalam lingkaran iblis dan setan yang kompromistis dalam dosa yang persetan dengan rakyat (miskin), yang selama ini kerap terjadi di jejaring pemerintahan yang ‘arogan’ tersistematis, terstruktur, dan massif.. semoga cita-cita luhur pemekaran Padang Lawas dituntun malaikat bersama pejuang-pejuang ikhlas tanpa pamrih sampai ke ‘pulau kesejahteraan’ bukan ‘pulau kelapa’ yang sering dianalogikan para pendekar-pendekar ‘mabuk cinta’…..
      Salam semangat buat kita semua
      Salam perjuangan HIMAPALAS di pulau seberang……….

  13. 8 April 2009 pada 21:02

    Seorang pemuda baru lulus dari SMU. Karena tidak punya biaya akhirnya dia
    memutuskan untuk bekerja. Oleh karena itu dia mendatangi pamannya yang salah
    seorang pengurus partai politik untuk dicarikan kerja.

    “Paman, tolong carikan saya pekerjaan dong” pinta pemuda itu.

    “Wah lulusan SMU ya. Kalo gitu kamu jadi pegurus partai aja.” Kata pamannya.

    “Enak jadi pengurus partai, nanti kamu bisa jadi anggota DPR, trus jadi ketua
    DPR/MPR, bahkan jadi wakil presiden ato presiden sekalipun juga bisa” tambah
    pamannya semangat.

    “Wah paman saya gak mau muluk-muluk, saya minta yang sederhana aja, kaya guru SD
    misalnya” jawab pemuda itu.

    Pamannya berfikir sebentar kemudian berkata “Maaf kalo jadi guru SD kamu harus
    sarjana”

  14. Muallim Hasibuan said,

    4 Mei 2009 pada 23:57

    to teman2 aktifis padang lawas yg jadi oposisi

    sekedar mengingatkan saja tuk teman2 yg sudah maupun yg akan menyatakan dirinya menjadi oposisi terhadap pelaksanaan pemerintahan di padang lawas. pelantikan bupati depenitif palas sudah memasuki bulan ke 4, jadi sebaiknya, kalo ada teman2 yg menjadi oposisi di dalam pembangunan padang lawas sudah bisa melakukan evalusi terhadap 100 hari kerja pertama bupati terpilih, apakah yg disampaikan ketika kampanye konsisten dilaksanakan atau hanya sebagai live servis saja.misal gubernur terpilih Sumsel yg konsisiten dengan apa yang di ucapkannya ketika kampanye yg akan melaksanakan pendidikan gratis dan asuransi bagi masyarakat yg kurang mampu.namun saran saya teman2 juga harus mempunyai benkmark yg jelas supaya nanti evaluasi yg akan dilaksanakan tidak ngawur…dan apakah pemekaran yg sedang berjalan sekarang ini dirasakan masyarakat padang lawas atau hanya malah segelintri kelompok saja yang menikmati pelaksanaan pemekaran kurang lebih 4 bulan ini.

    salam

    • 19 Mei 2009 pada 23:12

      Salam ‘merdeka’ untuk kita semua…
      Salam hormat untuk bung Muallim Hasibuan…..
      Kita akan turut mengevaluasi perjalanan pemerintahan Padang Lawas yang hari ini sudah memasuki 100 hari kerja kepemimpinan Padang Lawas. Kita terus melakukan konsolidasi persepsi dan gerakan di tingkatan organ mahasiswa daerah. Pertama agar posisi oposisi dapat dipahami adalah juga untuk pembangunan dan kemajuan Padang Lawas, terlebih-lebih dalam hal aktualisasi nilai-nilai demokrasi. Kita pasti mengupayakan agar evaluasi yang dikumandangkan bukan evaluasi karena semangat eufhoria belaka, tapi kita juga berupaya agar evaluasi dalam perjalanan pemerintahan Padang Lawas bersifat konstruktiv dan terarah, bahkan kita juga berupaya untuk bisa memberikan yang bersifat solusi sesuai dengan kapasitas kita.
      Terimakasih…
      Salam perjuangan..

  15. Pebriyansah said,

    14 Mei 2009 pada 20:23

    ass nama pebriyansah alamat sekarang di sibuhuan palas .br tggal di daerah ini memang pdg lawas pvnya potensi yg bgs .tp perlu org hrs bs berkualts unt bgn palas sy ingn di palas ada komunitas serta pesatuan teknlgi informasi .dan dpt memajukan padang lawas bgmana pendapat rekan2 semua pebriyansah email febriyan_89@yahoo.com hp 08566154715

  16. 5 Juni 2009 pada 16:50

    jeritan rakyat
    semenjak orde baru kami berada di bawah penindasan dan buta berita. jalur akses transportasi ke kota yang membuat kami sampai sekarang buta berita dan terus di bawah penindasan kaum kapitalis. masyrakat kota dan kapitalis sering mengejek, mentertawakan dan bahkan menindas kami. dan dengan susahnya akses kedaerak kami membuat hasil produksi pertanian kami susah untuk di pasarkan, harga bahan baku sering tidak sesuai dengan di kota.penindasan -penindasan inilah yang buat kami terus tertindas.
    ketika itu tahun1998 saat repormasi bergejolak, kami turut berjuang dan menumpahkan darah. berharap sebuah perubahan kaum kami, namun setelah orde baru runtuh, tidak ada yang berubah di daerah kami. bahkan yang berubah akses tranportasi semaki susah karna kaum kapitalis merampas tanah-tanah wilayat kami, sedangkan di dalm kuhperdata di akui keberadaannya dan uu agraria, saat itu bergejolak perjuangan pemekaran padanglawas. kami turut berjuang dan mendukung baik secara mmoril maupun materil, namun setelah pemekaran yang kami dapat hanya penindasan yang semakin keras, dengan alasan untuk meningkatkan pendapatan daerah, pemerintah bermodus.
    namun saat ini teman-teman mengumandangkan perjuangan pemekaran provinsi tapanuli. kami turut menyatukan langkah,suara dan dukungan demi tercapainya provinsi yang baru, mudah-mudahan perjuangan menuju propinsi tapanuli berhasil…..
    salam perjuangan
    atas nama rakyat jelata…..

  17. 17 Juli 2009 pada 18:22

    suatu ketia padanglawas di mekarkan menjadi kabupaten yang baru, tentu banyak harapan pemekaran ini merupakan solusi permasyalahan masyarakat padang lawas. bila kita membandingkan masyarakat padanglawas dengan masyrakat kabupaten lain, padangalawas sangat jauh tertinggal, baik dari tingkat informasi, pendidikan dan kesehatan, tentunya hal ini merupakan permasalahan yang krusial ditengah masyrakat. seharusnya sebagai masahasiswa kita mencoba menawarkan suatu wadah perjuangan kepada masyarakat untuk mewujutkan cita-cita bangsa yang tercantum dalam pembukaan uud 45 dan sila-sila panca sila. bukan melampiaskan sebuah kekecewaan dalam kekelahan berpolitik.
    kemudian bila kita melihat cukup banyak potensi alam di padanglawas yang sudah di rampas oleh orang lain atau pengusaha asing. yang tertinggal untuk masysrakat hanya, alam yang sudah tercemar, hutan yang sudah gundul, yanga berdampak banyak bencana di padanglawas seperti banjir tanah longsor dll.
    mungkin dengan pemekaran ini sudah saatnya pemeritah, pemuka adat,cerdik pandai dan para legeslatif yang ada di padang lawas untuk tidak memikirkan kekayaan mereka sendiri. saya rasa yang paling memiliki kekuatan untuk memantau pemerintah dan para tokoh adat di padanglawas hanya mahasiswa yang punya idealisme tinggi dan pemikiran kritis. jadikan DPR jadi suatu lembaga yang benar-benar menyuarakan suara rakyat, dan tahu apa permasalah yang di hadapi rakyat. salam mahasiswa
    selamat berjuang.

  18. 17 Juli 2009 pada 18:38

    au simester sada fkip dope abang2….??? di sibuhuan. giot marsapa…!!!
    ahadei baang2 arti ni dialektika dohot rhetorikha.
    harana nalolotmon dung hu bege mulai do kalas sada sd.
    dungi sondia de abang2 cara-cara mangamalkon pancasila dot uud 45, hubca buku nalolot ma dialektiak ni on tarjadi, dohot nabahatma retorika tentang on tartulis.
    tai nadohot dehe masyarakat padanglawas napunasa pancasila dohot uud 45 abang2, sanga masyarakat padangalawasi hanya tola mambacana sajo tapi inda tola mangamalkonna…????
    sekian
    atas jawaban abang2 hu ucapkon tarimokasi…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: