PEMKAB DAN DPRD PALAS BUTA DENGAN KERESAHAN RAKYAT

Meski sudah banyak keluhan dan keresahan masyarakat Padang Lawas yang disampaikan kepada pemerintah, namun kelihatannya DPRD dan Basyrah – TSO selaku Bupati dan Wakil Bupati Padang Lawas yang baru tujuh bulan lalu dipilih rakyat tidak begitu merasa terusik dengan tuntutan dan keinginan masyarakat. Terbukti sampai saat ini tidak ada langkah politicall will yang akomodatif dan sungguh-sungguh untuk menyahuti secara aspirativ dan menuntaskan persoalan-persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Padahal persoalan yang saat ini masih dan terus menggurita serta telah bersifat kasuistik karena telah bersentuhan dengan wilayah hukum dan cukup berpotensi menimbulkan kerawanan sosial seperti dalam hal peluang terjadinya konflik horizontal dan vertikal.
Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Padang Lawas (Gema Padang Lawas) Ansor Harahap didampingi Ahmad Habibi Dalimunthe, Sugianto, Jabal Hasibuan, Fandi Harahap, Chandra Ritonga, Lely Siregar, Julaiha, Ahmad Rifai, Siti Amislan, dan Ibarahim, beberapa kasus yang meresahkan masyarakat dan telah berkaitan dengan penegakan hukum termasuk keberadaan perusahaan PT Sumatera Silva Lestari (SSL) dan PT Sumatera Riang Lestari (SRL) di Kec. Barumun Tengah-Huristak yang mana perusahaan ini telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengangkangan terhadap Keputusan menteri Kehutanan nomor 02/KPTS-II/2001, tentang pemberian izin HPH Tanaman Pertukangan kepada PT SSL, tapi malah melakukan perambahan hutan dan pengambilan kayu bulat dari luar areal yang diizinkan. Juga pihak perusahaan telah melanggar beberapa poin dalam izin tersebut dimana sangat merugikan masyarakat, pemda, bahkan negara termasuk dalam pemberian manfaat perusahaan kepada masyarakat dan tanggungjawab CSR (corporate social responsibility) perusahaan yang tidak kelihatan. Kedua, PT. MAI Sosa yang menjanjikan plasma perkebunan kelapa sawit kepada masyarakat Sungai Korang Kec. Hutaraja Tinggi yang sampai saat tak kunjung wujud nyatanya. Bahkan dalam persoalan ini telah sering terjadi permainan dan manipulasi ditengah-tengah masyarakat yang memanfaatkan situasi ini dengan cara penjualan lahan sawit diantara pihak-pihak yang bermodal dan oknum yang punya akses langsung dengan perusahaan dan telah banyak menelan korban akibat dari tindakan penipuan tidak langsung yakni dengan cara berantai. Ketiga, illegal logging yang diduga mulai marak dalam berbagai dalih dan bentuk baru baik yang dilakukan masyarakat, pengusaha lokal, maupun perusahaan. Hal ini diduga masih terjadi baik di Desa Janji Lobi, Kec. Barumun, di Kec. Batang Lubu Sutam, dan Kec. Barumun Tengah. Keempat, masalah eksekusi Register Padang Lawas 40 juga sampai saat ini luput dari perhatian serius Bupati dan DPRD Padang Lawas dan sepertinya kedua instansi ini membiarkan ‘bola panas’ ini berputar di wilayah hukum saja dan di provinsi serta di pusat saja. Padahal pemkab seharusnya Pemkab dan DPRD Palas punya fungsi dan peran yang cukup bernilai untuk mendukung percepatan penegakan hukum ini terjadi yakni eksekusi Register 40 dilakukan. Dan mahasiswa menduga tindakan Pemkab dan DPRD ini disengaja dan turut serta mengambil manfaat pragmatis dari kasus ini.
“eksekutiv dan parlemen Padang Lawas sangat kurang peduli dengan problem sosial yang berpotensi mengancam kesabaran dan kondusifitas sosial, rakyat sudah cukup sering berteriak di panggung bebas dan pers, namun pemerintah sepertinya masih mengganggap sederhana aspirasi rakyat, contohnya kasus perusahaan-perusahan bermasalah, perambahan, dan soal Register 40 yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat Padang Lawas” tandas Ansor.
Dimana menurut pantauan Gema Padang Lawas sampai saat ini juga masalah-masalah tersebut di atas belum ada win-win solution yang saling menguntungkan pihak-pihak terkait terutama untuk menguntungkan rakyat yang banyak menggantungkan hidup dan masa depannya terhadap tuntas tidaknya persoalan tersebut.
Bahkan Gema Padang Lawas menduga bahwa Pemkab dan DPRD juga turut membangun konspirasi dan mendukung keberadaan perusahaan dengan cara membantu perusahaan untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat dan dinilai syarat dengan merugikan kepentingan rakyat.
Belum lagi persoalan realisasi visi dan misi yang dikampanyekan dulu yang seyogianya rakyat berhak dan sudah logis melakukan evaluasi awal secara massal dan konfeherenshif.
“sebenarnya para kaum intelektual muda yang peduli dengan melihat dan menganalisa kepemimpinan Padang Lawas yang tidak berkharakter dan tidak menjanjikan terhadap kemajuan Padang Lawas juga merasa resah dengan kondisi kolektif daerah ini, visi dan misi masih bersemayam manis di lembaran politik kampanye dulu, belakangan ini terjadi penyakit di tengah-tengah masyarakat yakni cikungunya dan dua bocah mengalami demam berdarah dengan penanganan yang kurang terarah dan maksimal serta untuk mengantisipasi tidak terulang kembali, ini semua cukup memprihatinkan bagi kita, kita tidak usah dulu mengkaji kemiskinan dan pengangguran mungkin terlalu dini untuk mengevaluasinya, lagian mereka juga berdalih” ungkap Ansor.
Untuk itu juga Gema Padang Lawas menghimbau Bupati dan Wakil Bupati Palas agar jangan membiasakan diri dalam menangani masalah rakyat terjadi dulu sesuatu yang tidak dinginkan baru bertindak.
“sebaiknya Bupati dan Wakil serta DPRD jangan membiasakan melakukan tindakan dan evaluasi diujung masalah, tapi biasakanlah berbuat dan menyelesaikan ketika persoalan datang biar tidak rumit dan bias ke ranah lain” tandasnya.

5 Komentar

  1. hotma said,

    3 Agustus 2009 pada 22:19

    Maju terus gema padang lawas, jangan segan2 untuk mengkritik Pemkab dan DPRD padang lawas, kalau perlu lakukan Demo tapi yang Damai

  2. Mester said,

    7 Agustus 2009 pada 21:11

    Betul itu, sekarang yang lebih parah adanya upaya sebahagian orang untuk kepentingan sendiri merusak ekosistim yang ada seperti pengerukan pasir dan batu di sungai barumun, kelihatannya pemda Palas tanpa hati nurani membiarkannya dengan alasan kepentingan investor. menyesallah kita memilih orang yang tidak berhati nurani memerintah di Padang Lawas tercinta ini.

  3. 15 Agustus 2009 pada 00:11

    sangat banyak permasalahan hukum yang belum terangkat dari padang lawas, baik dari segi pidana, perdata,dan dagang, maupun dari segi tindakan -tindakan melanggar hukum yang di kategorikan ke delik khusus. kemana suara mahasiswa hukum padang lawas…???? ketika mereka menyaksikan para yudikatif dan eksekutif padanglawas bersekongkol menyeleweng dari koridor hukum yang semastinya.
    apakah mata mereka sudah tertutup dengan kabut harta benda sehingga mereka sudah tidak sanggup lagi meliha, atau mungkin telinga mereka sudah tersumbat dengan iming-iming kekuasaan sehingga mereka sudah tidak mendengar jeritan rakyat yang terrampas haknya.
    bila LEMBAGA legeslatif hanya wadah bagi-bagi wilayah kekuasan di padanglawas bubarkan saja DPR.
    seluruh mahasiswa padanglawas mudah-mudah mau merapatkan barisan bersama rakyat menuju sebuah revolusi yang tersistematis di padang lawas…..!!!!!
    apakah mahasiswa padang lawas yang tersebar di seluruh dunia sudah terlalu makmur sehingga sudah tidak merasakan penderitaan rakyat padang lawas atau mungkin sudah ber ber_evolusi jadi kaum yang menindas kaumnya sendiri atau memang ber_evolusi jadi kaum yang terbiasa di tindas sehingga tidak sanggup melawan.

    diam tertindas atau bangkit melawan, kita harus menentukan pilihan.

  4. Ansor Harahap said,

    25 Agustus 2009 pada 16:36

    Sebuah apresiasi buat kawan2, aku yakin dengan semangt kemahasiswaan kita dan persatuan kita, perubahan bukanlah sebatas mimpi, kelak musim pemuda bersuara lantang akan kita lewati kembali, bila kita terus mengaya, mengasah, dan memiliki pisau berpikir yg tajam dan ideal, berjuang terus untk kta dan rakyat khususnya rakyat miskin, salam juang rekan-rekan..

  5. Gerakan Indonesia Bersatu said,

    19 Maret 2010 pada 08:14

    saatnya Kab Palas bangkit dari keterpurukan..kami bersama anda dalam mengentaskan keterpurukan ini..silahkan kunjungi http://www.gerakanindonesiabersatusumut.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: